Hentikan Stagnasi & Penurunan, Kembalikan Kinerja Penjualan Anda (7+ Penyebab dan 7+ Solusi)

Bagian 1 dari 6

Stagnasi penjualan, penurunan bahkan kemorosotan penjualan apakah terjadi di perusahaan Anda?  Semoga tidak terjadi. Kalaulah terjadi pada Anda, percayalah akan ada solusinya. Dan ijinkan saya untuk membantu menemukan solusinya.

Jika Anda meyakini hal ini terjadi karena perlambatan ekonomi, Anda tidak salah.  Jika banyak orang  menduga bahwa hal ini terjadi oleh karena perubahan konsumen sekaligus persaingan yang tajam, itupun bisa kita rasakan. Pengamatan langsung maupun hasil asesmen yang saya lakukan menunjukkan bahwa hal tersebut memang terjadi, tidak sedikit yang terkena stagnasi, penurunan hingga kemerosotan penjualan.

Saya percaya bahwa Anda para pimpinan hingga pemilik perusahaan/bisnis akan berjuang mengatasi hal ini oleh karena harus mempertahankan eksistensi bisnis yang telah susah payah Anda bangun, serta juga banyak sekali karyawan dan keluarga yang menggantungkan hidupnya pada perusahaan Anda.  Kemuliaan inilah yang layak diperjuangkan.

7+ PENYEBAB YANG PENTING DIKETAHUI

#PENYEBAB “KELAS RINGAN”

Sebelum saya menyampaikan pemikiran tentang solusi atas masalah ini, ada baiknya kita mencari tahu atau menemukan penyebab dari penurunan penjualan tersebut.  Berikut ini adalah beberapa hal yang umumnya teridentifikasi sebagai penyebab yang saya kelompokkan dalam 3 Grup Penyebab:

A. Kualitas produk dan layanan Anda

B. Perubahan penting pada pelanggan

C. Kompetisi yang tajam

A. Kualitas produk dan layanan Anda

1) Kualitas produk menurun.

Penurunan kualitas produk ini misalnya disebabkan oleh proses produksi yang tidak konsisten, kualitas bahan baku yang tidak sesuai atau prosedur dan instruksi kerja yang yang dilanggar. 

2) Layanan dibawah standar atau menurun.

Kualitas layanan yang menurun misalnya berupa keterlambatan dalam pengiriman, kesalahan pengiriman, kekosongan persediaan atau proses retur (pengembalian) barang yang sulit.    

Dalam hal pengukuran terhadap penurunan kualitas ini adalah relatif mudah dilakukan, oleh karena umumnya tidak sulit melakukan identifikasi atau bisa mengukur dengan menggunakan alat ukur yang kebanyakan telah tersedia.

Menyelesaikan persoalan tersebut di atas tergolong tidak terlalu sulit dilakukan, karena kesalahan-kesalahan yang terjadi relatif mudah dideteksi atau setidak-tidaknya akan ada respon/keluhan cepat dari pembeli jika terjadi penurunan kualitas.  Obyek perbaikannyapun biasanya berupa perbaikan kualitas secara fisik atau perbaikan prosedur yang perusahaan Anda pernah mampu berproduksi dengan kualitas hasil yang bagus sebelumnya.  Jadi perbaikan ini dapat dikatakan perbaikan-perbaikan yang masih dalam kontrol Anda.

Namun demikian bukan berarti kesalahan/kekurangan ini dapat diabaikan.  Masalah ini tetap saja membutuhkan perhatian untuk perbaikan secara memadai (proporsional), karena pembiaran akan berakibat pada semakin memburuknya keadaan.

#PENYEBAB “KELAS BERAT”

Menyelesaikan persoalan penurunan hingga kemerosotan penjualan yang diakibatkan oleh 2 kelompok penyebab selanjutnya (Grup B dan Grup C) akan lebih rumit.  Oleh karena dua kelompok penyebab penurunan penjualan ini berada di luar kontrol Anda dan satu dengan lainnya saling berkaitan dan saling memengaruhi.  Penyebab-penyebab ini telah nyata sering menjadi faktor yang berpengaruh kuat terhadap bisnis terkini. 

Secara ringkas berikut ini akan ditunjukan susunan dari 2 grup penyebab tersebut, yaitu:

B. Pemahaman dan Perubahan pada pelanggan

3) Pelanggan sangat pintar, teredukasi dengan mudah dan cepat

4) Salah Menempatan Prioritas diantara panjangnya Siklus Penjualan

5) Cara Menjual Ketinggalan Jaman, tidak/kurang memperhatikan Ideal Customer + Buyer Persona & Buyer’s Journey

B. Tingkat Kompetisi & Daya Saing Produk/Merek Anda

6) Menjamurnya kompetitor

7) Harga pesaing-pesaing “merusak harga pasaran”

8) Komunikasi Penjualan tidak menyiptakan diferensiasi, usp yang kuat, serta tidak memiliki daya kompetisi yang unggul

Selanjutnya mari kita bahas satu per satu:

Bersambung ke Bagian 2..

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*