Hentikan Stagnasi & Penurunan, Kembalikan Kinerja Penjualan Anda (7+ Penyebab Penting Untuk Dikenali)

Bagian 2 dari 6

Melanjutkan ulasan sebelumnya, berikut ini adalah penyebab “Kelas Berat” mengapa beberapa perusahaan mengalami stagnasi bahkan penurunan penjulan.

3) Pelanggan Menjadi Sangat Pintar, Teredukasi dengan Mudah dan Cepat

Kemajuan teknologi terkini telah mendorong banjirnya informasi dan konten pengetahuan yang berlangsung sangat cepat.  Kondisi ini jelas membuat siapapun sangat mudah tercerahkan. Bagi konsumen, hal ini juga membuatnya menjadi sangat mudah untuk tahu tentang kualitas, tentang kinerja sebuah produk sejenis beserta layanannya, bahkan sebelum kita sempat memberitahukan atau menawarkannya. Review tentang produk sejenis, bahkan perbandingan antar produk telah membuatnya memiliki pertimbangan matang dan pintar dalam memilih.

Bayangkan jika Tim Sales-Marketer Anda tidak menyadari hal ini.  Bayangkan jika Tim Sales-Marketer tidak siap menghadapi kualifikasi konsumen seperti ini, maka produk dan layanan yang dibawa Tim Sales-Marketer Anda akan diragukan kehandalannya dan tentu saja tidak terlihat daya kompetitifnya.

4) Salah Menempatan Prioritas diantara panjangnya Proses/Siklus Penjualan

Para pembeli terutama pembeli berkualitas, akan memilih produk berkualitas dengan menjalani proses pertimbangan pembelian yang juga berkualitas.  Sementara itu jika kita masih menggunakan proses kerja model lama, misalnya seperti urutan proses berikut: 1) Menelpon (Cold Call), 2) Berkunjung & Pertemuan Identifikasi (Visit & Meeting), 3&4) Penawaran, Tender, Presentasi, Mengatasi Keberatan & Negosiasi, 5) Negosiasi Lanjutan & Keputusan Closing/Dealing, maka membutuhkan waktu yang lebih lama dan energi yang besar.

Bayangkan apa yang terjadi jika Program Sales-Marketing masih terbatas hanya mengandalkan proses penjualan model lama tersebut? Perlu diketahui dan saya yakin Anda juga sepakat bahwa proses kerja model lama dari nomor 1 hingga nomor 4 tersebut, kini  80%-90% dapat diselesaikan dengan penerapan strategi inbound-digital marketing.

Bagi perusahaan Anda yang mungkin belum atau masih pemula dalam menerapkan digital marketing, maka dalam jangka pendek akan sulit meggantikan proses kerja lama atau memberikan hasil yang siknifikan.  Perlu diketahui bahwa penerapan inbound digital-marketing membutuhkan strategi konten, komunikasi pemasaran dan pemanfaatan media digital secara tepat guna & riset saya menunjukkan bahwa kinerja pemasaran dan periklanan digital perusahaan, banyak yang masih belum mencukupi untuk mengatasi persoalan sulitnya penjualan saat ini. 

Namun demikian dalam konteks untuk mengatasi penurunan penjualan secara cepat, meskipun masih menggunakan model siklus penjualan lama, tidaklah menjadi masalah.  Yang penting Anda masih memiliki dan bisa mengumpulkan sumberdaya “Prospek Potensial/Leads” milik Anda. Sumberdaya inilah yang penting untuk Anda kualifikasikan dan pilih untuk diproses titik proses yang mendekati terjadinya pengambilan keputusan konsumen membeli (closing/dealing).

5) Cara Menjual Ketinggalan Jaman, tidak/kurang memperhatikan Ideal Customer + Buyer Persona & Buyer’s Journey

Prospek/Leads yang ideal adalah mereka memiliki daya beli mencukupi dan diketahui pola konsumsinya. Prosepek yang ideal merupakan sasaran penjualan yang seharusnya Anda pilih. Sedangkan melanjutkan proses penjualan pada prospek yang tidak ideal akan membuang waktu dan biaya.

Setelah Anda memiliki profil pelanggan ideal Anda, selanjutnya Anda dapat mulai mendefinisikan buyer persona dalam profil itu. Menurut Hubspot, Buyer Persona adalah representasi semi-fiksi dari pelanggan ideal Anda berdasarkan data nyata tentang demografi, pola perilaku, motivasi, dan tujuan.  Hal ini penting untuk dipahami oleh Tim Sales-Marketer Anda karena bagaimana mungkin akan efektif proses pendekatan dan komunikasi dengan prospek potensial Anda sementara kita buta tentang perilaku, motivasi dan tujuan pembelian mereka.

Buyer’s Journey adalah proses yang dilalui pembeli untuk menjadi sadar (aware), mempertimbangkan dan mengevaluasi (consideration), hingga memutuskan untuk membeli produk atau layanan baru. Seperti Anda, setiap pembeli potensial yang akan mengambil keputusan pembelian akan  mengidentifikasi masalah mereka, memahami pilihan yang dapat meringankan masalah mereka,  membandingkan pilihan-pilihan penting mereka, hingga siap untuk melakukan pembelian. Perjalanan pembelian ini penting untuk dipahami dan akan menjadi acuan bagi Anda untuk bisa masuk secara tepat di setiap proses buyer’s journey tersebut.

Teruslah membaca ke bagian berikutnya, karena Tim Anda akan mendapatkan fasilitas:

ASESMEN PEMBONGKAR POTENSI SUKSES 
secara Gratis!
dan
JASA TRAINING SESSION TENTANG
ROADMAP SUKSES TIM SALES-MARKETING Anda
juga secara Gratis!

Lanjutkan membaca klik disini 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*